Bijaksana atau Plin Plan

Bijaksana atau Plin Plan

Sosok Nasruddin memang diceritakan sebagai sosok yang bijak. Namun, ada juga beberapa cerita yang menunjukkan bahwa dia adalah seorang yang bodoh. Apapun karakternya, semuanya lelucon Nasruddin selalu menggelitik.

Selain membuat penasaran, cerita tentang Nasruddin kerap memberikan pesan positif. Padahal, pesan ini bisa dengan mudah dicerna oleh siapa saja, karena dibalut dengan unsur komedi yang mencolok. Seperti cerita di bawah ini.

Cerita ini dibuka oleh tokoh darwis. Dia ingin mempelajari banyak filosofi kebijaksanaan. Menurutnya, Nasruddin adalah orang yang tepat. Dia juga pergi ke mullah. Beruntung, Nasruddin tidak menolaknya. Namun, Nasruddin tetap menanyakan beberapa syarat kepada darwis itu.

Darwis juga merasa mudah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Nasruddin. Syaratnya, darwis harus mau belajar dengan beberapa praktek, dan bukan teori. Sebaliknya, sang darwis senang karena ia mengira ia telah dianggap cakap karena ia langsung mempraktekkan kebijaksanaan hidup.

Pelajaran dimulai pada hari pertama ketika darwis itu bersama Nasruddin dan melihat semua yang dia lakukan. Hal pertama yang dipelajari darwis adalah ketika mereka membuat api dengan menggunakan kayu. Bukan pelajaran menggunakan kayu untuk membuat api dipelajari, ya. Darwis melihat Nasruddin terus menerus meniup api.

Dia juga bertanya pada mullah alasannya. "Apakah api itu perlu dipadamkan?

Nasruddin menjawab enteng, "Biar lebih panas dan apinya lebih besar," jawabnya. Mahasiswa itu mengangguk.

Ternyata, Nasruddin hendak memasak sambil membuat api dengan kayu. Ketika api tampak cukup besar untuk dia masak, Nasruddin menyiapkan sepanci air. Dia akan membuat sup.

Menurut Darwis, proses memasak ini tidak akan menjadi pembelajaran yang kedua. Dia menunggu dengan sabar mullah membuat sup, yang dia duga akan digunakan untuk makan malam. Setelah soto matang, kuah panas dituangkan ke dalam dua mangkok. Satu untuk dia, satu untuk darwis.

Baca:  Otak atau Uang

Dia tidak langsung makan sopnya, karena masih panas banget. Dia juga meniup berulang kali. Darwis kembali menanyakan pertanyaan yang sama seperti di atas.

"Mengapa supnya ditiup?" tanya darwis itu.

Tapi tentunya jawaban mullah berbeda.

“Supaya kuahnya lebih sejuk, jadi kita bisa memakannya,” kata Nasrudin.

Tanpa diduga, darwis itu marah, “Wah, ilmunya tidak konsisten. Saya tidak ingin belajar dari Anda. "

Pos Bijak atau Plin Plan pertama kali muncul di Cerita Lucu, Komik Lucu dan Humor Terbaru 2021.