Mulutku membatu

1 Star

Wahai sepercik sinar dihadapan.
Ketika kegelapan menyerang perjalan hidupku
Engkau seakan menerangi tujuanku
Dengan sepercik sinar aura kelembutan sikapmu.

Wahai engkau sepercik sinar!
Mulutku membatu saat hati bergejolok ingin menyatakan kebenaran padamu.
Kini dalam diam hatiku terpaut padamu.

Belaian kasihmu terhadapku masih belum bisa aku terka dalam pikiran ku.
Yang aku tahu, aku mencintai mu.

Disaat aku pandang >>…

The post Mulutku membatu appeared first on Puisi.

Baca:  Hujan Rasa Kamu