Sejarah Renang

Sejarah Renang

Sejarah Renang – Renang merupakan salah satu olahraga yang sangat digemari, baik di kalangan remaja maupun yang sudah tidak asing lagi. Pasalnya, manfaat kesehatan yang bisa didapat dengan berenang memang banyak, seperti melancarkan peredaran darah, mengencangkan tubuh, dan masih banyak lagi. Namun, ternyata masih banyak yang belum mengetahui sejarah berenang.

Setiap olahraga memiliki sejarah yang membuatnya sukses. Begitu juga dengan aktivitas bergerak, mengapung, atau mengangkat beberapa bagian tubuh memiliki sejarah besar di baliknya. Padahal, perlu dicatat bahwa berenang sudah ada sejak zaman prasejarah.

Sejarah Dunia Renang

sejarah renang dunia
nbcolympics.com

Perlu dicatat bahwa sejarah renang sudah ada sejak zaman prasejarah karena pada masa itu digunakan sebagai sarana bertahan hidup. Alasan yang paling mendasar adalah karena pada saat itu belum ada sarana transportasi sehingga orang memilih menyeberangi sungai dengan berenang. Selain itu, ada pula yang memanfaatkannya sebagai sarana memperoleh makanan.

Bukti bahwa berenang sudah ada sejak zaman prasejarah adalah ditemukannya gambar-gambar di dinding gua beserta reliefnya. Saat itu tulisan belum diketahui, sehingga belum ada sumber atau bukti berupa hasil tertulis. Namun, keberadaan gambar di dinding gua telah memberikan bukti otentik sejarah berenang.

Seiring berjalannya waktu, sejarah olahraga yang satu ini telah diabadikan dalam sebuah dokumen. Epic of Gilgamesh, the Iliad, the Bible, dan the Oddysey menjadi saksi bisu olahraga yang satu ini, lengkap dengan berbagai peristiwa yang pernah terjadi. Kemudian ditemukan pula lukisan bergambar seorang berenang di kawasan gurun Kebir dan diperkirakan berumur 4000 SM.

Penemuan yang berkaitan dengan sejarah renang terus dieksplorasi. Tak hanya lukisannya, ada juga yang menemukan berbagai gaya renang yang akhirnya dikenal hingga saat ini. Gaya yang paling awal digunakan adalah gaya dada yang kemudian dilanjutkan dengan gaya lainnya.

Di pentas dunia, terjadinya perlombaan renang merupakan salah satu awal awal mengapa renang bisa begitu mendunia. Mulai tahun 1828, telah diadakan perlombaan renang di Eropa dengan tanda dibangunnya kolam renang besar yang bisa dinikmati secara umum. Saat itu banyak orang yang sangat antusias dan mencoba kolam renang.

Kemudian, pada abad ke-19, di London, ada enam kolam renang yang cukup populer. Adanya enam buah kolam renang yang dibuka untuk umum menjadi sarana banyak orang untuk berlatih renang nantinya. Akibatnya, setelah itu banyak asosiasi atau perkumpulan yang mengatasnamakan renang dengan mempertimbangkan sejarah renang.

Sejak dibangunnya keenam kolam renang tersebut, olahraga yang satu ini semakin dikenal oleh dunia. Bahkan pada tahun 1986, renang termasuk dalam olahraga bergengsi seperti olimpiade modern yang diadakan di Athena, Yunani. Hal ini secara tidak langsung memberikan bukti bahwa renang sangat populer dan sudah menjadi olahraga yang diperhitungkan.

Sejarah Renang di Indonesia

sejarah renang indonesia
abc.net.au

Setelah mengetahui sejarah dunia renang, maka perlu diketahui pula sejarah awal mula munculnya olahraga ini di Indonesia. Di Indonesia, sejarah dimulai dari zaman kerajaan Majapahit. Saat itu, renang ditujukan untuk berperang, memancing, atau bahkan membajak kapal musuh.

Kegiatan tersebut telah dibuktikan melalui beberapa peninggalan kerajaan Majapahit berupa candi. Di dinding candi banyak terdapat gambar yang sangat mirip dengan berenang. Bahkan ada juga beberapa catatan pembukuan yang menunjukkan adanya sejarah renang, meski hanya sedikit.

Selain itu, pada bangunan peninggalan kerajaan lainnya di masa lalu, sejarah renang juga terlihat. Buktinya melalui beberapa kolam yang sudah menjadi warisannya yang tentunya tidak terlihat seperti kolam biasa. Peninggalan yang masih dinikmati hingga saat ini adalah situs Taman Sari Yogyakarta yang sudah ada sejak jaman dahulu kala.

Melalui berbagai bukti tersebut, jelas terlihat bahwa renang sudah ada sejak zaman dahulu kala. Ini bahkan sangat sinkron dengan sejarah renang yang sudah ada sejak zaman prasejarah. Hanya saja gaya renang yang paling populer saat itu adalah gaya dada, namun tidak dapat dipungkiri bahwa ada gaya renang lainnya.

Di Indonesia sendiri, kolam renang pertama dibangun di kawasan Cihampelas, Bandung, tepatnya pada tahun 1904. Saat itu kolam yang dibangun tidak terlalu luas, namun bisa digunakan dengan cukup nyaman oleh masyarakat umum. Hanya saja, ada beberapa kelompok yang mendominasi sehingga tidak bisa benar-benar dinikmati secara umum.

Kemudian setelah pembangunan di Cihampelas, Bandung, di Surabaya ada pembangunan kolam lagi yang disebut kolam Brantas. Desain dan tampilannya tidak jauh beda dengan yang ada di Bandung, hanya saja orang terkadang sangat menghindari panasnya Surabaya sehingga sedikit malas untuk berenang di siang hari.

Tidak berhenti sampai disitu karena masih ada lagi kolam renang yang dibuat di kawasan Cikini, Jakarta. Berdasarkan sejarah berenang di Indonesia, kolam ini tidak bisa dinikmati sembarang orang karena hanya dikhususkan untuk orang yang berkulit putih. Dengan begitu, otomatis tidak ada penduduk asli yang bisa menikmati nikmatnya berenang di kolam Cikini.

Indonesia juga pernah mengadakan kompetisi yang pertama kali diadakan pada tahun 1948, di kota Surakarta. Lomba tersebut digelar karena bertepatan dengan momen Pekan Olahraga Nasional (PON). Saat itu ada tiga gaya yang diperbolehkan, yaitu gaya punggung, gaya bebas, dan gaya dada.

Aturan Renang

aturan renang
vectorstock.com

Sejak awal sejarah berenang, ada aturan yang telah ditetapkan. Regulasi ini mulai terbentuk ketika beberapa perlombaan terjadi di pentas dunia. Tujuan dari penerapan regulasi tersebut adalah untuk mempermudah dalam proses penilaian dan lebih memperhatikan olahraga yang satu ini. Berikut beberapa aturannya.

Tanda perlombaan akan segera dimulai adalah wasit meniup peluit panjang sehingga diharapkan peserta dapat memanjat blok yang telah disediakan. Pada kesempatan ini, setiap perenang juga dapat mempersiapkan posisi tentang bagaimana gaya renang yang akan digunakan.

Setiap perenang harus berada di posisi awal setelah wasit selesai memberi sinyal. Namun, saat ini perenang mana pun tidak boleh melompat ke kolam sampai wasit memberikan sinyalnya lagi.

Posisi awal ditandai dengan menekuk tubuh hingga lutut sedikit ditekuk. Sebenarnya setiap gaya memiliki posisinya masing-masing dalam arti tidak bisa disamakan. Misalnya untuk gaya punggung, yang mengharuskan setiap perenang memegang papan balok besi. Kemudian, kaki Anda harus diposisikan bertumpu pada dinding kolam dengan lutut sedikit ditekuk.

Sejak awal, sejarah renang telah ditandaskan bahwa saat perlombaan berlangsung tidak boleh mengganggu peserta lain '. jalur. Setiap peserta sudah diberikan lintasan yang artinya tidak bisa ditembus begitu saja. Bahkan saat berbalik, setiap peserta harus melakukannya melewati tembok.

Teknik Renang

sejarah dan teknik renang

Dari awal sejarah berenang, ada beberapa teknik yang perlu dikuasai jika ingin bisa berenang dengan lancar. Berenang bukanlah suatu kegiatan yang dapat dilakukan tanpa pelatihan karena pada dasarnya kegiatan ini memiliki teknik-teknik dasar yang perlu dipahami. Jika Anda memahami dengan baik setiap teknik yang diberikan, maka berenang akan menjadi aktivitas yang sangat mudah dilakukan.

Baca:  Sejarah Renang

Teknik Pernapasan

Kunci utama sukses renang sebenarnya terletak pada kepintaran dalam mengontrol nafas. Tak perlu khawatir jika Anda mengalami sesak napas karena pada dasarnya Anda bisa menyesuaikannya dengan melakukan latihan pernapasan secara rutin. Cara termudah adalah dengan berdiri di tepi kolam dan menghadap ke atas air. Tarik napas melalui mulut lalu tahan sebentar dengan memasukkan kepala ke dalam air dan menghembuskan napas melalui hidung.

Jika ingin hasil yang maksimal, Anda bisa melakukan olahraga minimal 15 menit sehari. Ini sebenarnya juga baik untuk kesehatan, terutama bagi sebagian orang yang mungkin mengalami gangguan pernapasan. Nanti bila sudah terbiasa, akan mudah menemukan ritme napas sendiri dan berenang dengan lancar.

Teknik Mengambang

Sejarah renang juga menghasilkan teknik melayang yang menuntut tubuh untuk rileks. Pada prinsipnya ada dua posisi mengambang yang perlu dipahami. Pertama dalam posisi terlentang dan yang kedua dalam posisi berdiri. Kedua posisi ini sebenarnya sangat mudah dilakukan asalkan Anda bisa menyeimbangkan tubuh dengan baik.

Untuk pelampung telentang, cukup dengan berdiri dengan satu kaki saja dan posisi kepala menghadap ke atas. Langkah mundur ke tepi kolam lalu dorong tubuh Anda ke belakang secara perlahan hingga Anda benar-benar berbaring di atas air. Kemudian untuk posisi berdiri cukup berpegangan tangan di tepi kolam dan tahan selama beberapa menit.

Teknik Meluncur

Dalam renang, meluncur dikaitkan dengan tubuh yang memasuki permukaan air dan bergerak secara horizontal. Cara termudah untuk melakukannya adalah dengan berdiri di dekat dinding kolam. Cukup tempelkan satu kaki di dinding dan pastikan semua bagian sol terpasang karena akan berfungsi sebagai penyangga.

Jika posisinya benar, maka pastikan untuk mendorong bagian kaki tersebut dan geser sejauh mungkin. Agar kecepatan meluncur juga bisa lebih besar lagi, cukup memberikan daya dorong yang maksimal pada kaki-kaki. Lakukan saja latihan ini setiap hari setidaknya 15 kali sehari.

Sejarah Gaya Renang

Gaya-gaya yang ada pada olahraga yang satu ini juga punya sejarah yang patut untuk diketahui. Jika dirunut dari sejarah renang, hanya ada tiga gaya yang ditemukan, yaitu gaya punggung, gaya bebas, dan gaya dada. Ketiga gaya ini bisa dibilang gaya inti yang harus diketahui oleh orang yang ingin berenang atau memiliki hobi berenang. Berikut penjelasan lengkapnya.

Gaya bebas

sejarah renang dan gayanya
sports-fitness.co.uk

Gaya renang yang pertama ada sejak awal keberadaan renang adalah gaya bebas. Gaya ini bercirikan dada yang berada di atas permukaan air. Setelah itu, gerakkan kedua tangan ke depan secara bergantian pada tempo yang diinginkan. Semakin cepat tangan, semakin jauh renang diarahkan.

Gaya ini bahkan sudah diperkenalkan sejak zaman dahulu, tepatnya pertama kali muncul pada tahun 1844 di balapan London. Saat itu, lomba renang ini bukan yang pertama kali digelar karena sebelumnya sudah ada tetapi tidak di London melainkan di negara-negara Eropa lainnya. Namun, penggunaan gaya bebas ini merupakan hal baru di balapan London.

Hingga saat ini gaya yang paling banyak digunakan oleh setiap perenang adalah gaya bebas. Alasannya bukan hanya karena gaya ini mudah dilakukan, tetapi juga memungkinkan tubuh bergerak lebih cepat di dalam air. Namun, banyak perenang profesional dari Inggris yang tidak terlalu menyukai gaya ini karena dapat terlalu banyak memercikkan air.

Gaya punggung

Selain gaya bebas, ada satu lagi gaya renang yang digunakan oleh banyak orang yaitu gaya renang punggung. Di antara gaya renang yang ada, dari zaman kuno hingga yang berkembang saat ini, gaya punggung sedikit berbeda. Pasalnya, gaya ini dilakukan dengan cara posisi tubuh menghadap ke atas.

Saat tubuh Anda menghadap ke atas, otomatis punggung Anda akan berada di bawah atau di atas permukaan air, menciptakan posisi yang unik. Keunikan gaya yang satu ini bahkan sudah dikenal sejak zaman dahulu dan mereka yang mampu melakukannya dengan baik akan mendapat apresiasi yang tinggi karena gaya yang satu ini tergolong sulit.

Pada tahun 1900, ada Olimpiade Paris, yang termasuk kompetisi renang. Hal unik dari olimpiade renang yang satu ini adalah Anda hanya bisa menggunakan gaya punggung. Kemudian momen olimpiade adalah awal dari penampilan publik atau pengenalan gaya punggung.

Kemudian seiring perkembangan zaman, gaya punggung menjadi populer dan dikenal luas oleh masyarakat. Terbukti pada tahun 1912 terjadi perlombaan renang dengan kaidah tiga macam gaya yaitu gaya bebas, gaya dada dan gaya punggung. Memang tidak banyak orang yang bisa menerapkan gaya ini karena terbilang cukup sulit.

Sebenarnya meski terbilang cukup sulit, gaya renang ini tetap bisa dilatih. Hal ini dibuktikan oleh Adolf Kiefer yang merupakan perenang Amerika. Adolf dulunya tidak bisa melakukan gaya punggung tetapi dia selalu berlatih mengapung di atas air secara rutin selama beberapa menit. Dari situ dia bisa mendapatkan banyak penghargaan.

Gaya Dada

Perlu dicatat bahwa di Zaman Batu, manusia sudah berenang menggunakan gaya dada. Ini dibuktikan lewat lukisan di Mesir tepatnya di Swimming Caves. Di dalam goa ditemukan relief gaya dada yang digambarkan oleh seekor katak sedang berenang. Tak bisa dipungkiri, gaya renang katak memang mirip gaya dada.

Karena daya tarik teknik gaya yang satu ini, pada tahun 1538, Nicolas Wynman, seorang profesor linguistik, menulis sebuah buku lengkap tentang bagaimana mempelajari gaya dada. Nicolas & # 39; Tujuan dalam menulis buku tentang gaya renang yang satu ini adalah agar tidak banyak orang yang tenggelam. Hal ini berdasarkan fakta bahwa pada saat itu banyak dilaporkan adanya perenang yang tenggelam.

Kemudian, pada tahun 1800 muncul beberapa perlombaan renang dimana sebagian besar pesertanya justru memilih menggunakan gaya dada. Pada tahun 1844 juga ada kompetisi renang yang diadakan di London dan dihadiri oleh banyak suku, termasuk suku Indian. Saat itu, orang India termasuk yang paling mahir memainkan peran gaya dada.

***

Nah, begitulah sejarah renang dari sejak didirikan hingga gaya apa saja yang ada di dalamnya. Renang merupakan salah satu olahraga yang membutuhkan teknik, jadi jika ingin mahir otomatis harus bisa menguasai semua teknik yang ada. Nantinya, setelah Anda menguasai semua teknik tersebut, akan lebih mudah untuk menentukan gaya mana yang tepat untuk digunakan.

Kiriman Sejarah Renang muncul pertama kali di Kozio.com.